'Reaktor Nuklir Kartini' Reaktor Milik Indonesia Kini Berusia 39 Tahun - Media Benang Merah

Breaking

Saturday, March 3, 2018

'Reaktor Nuklir Kartini' Reaktor Milik Indonesia Kini Berusia 39 Tahun

Dr. Susilo Widodo (Kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada kepala reaktor, Taxwin, S.T (foto;humas)

Yogyakarta.BM- 39 tahun silam, tepatnya tanggal 25 Januari 1979 pukul 17.40 reaktor nuklir kedua Indonesia yaitu reaktor Kartini Yogyakarta berhasil mencapai kekritisan. Kekritisan bukan berarti gawat darurat, melainkan kondisi dimana reaksi inti berantai terjadi secara terus-menerus. Selanjutnya 1 Maret 1979 Presiden RI Suharto meresmikan pengoperasian reaktor ini dan memberikan nama Reaktor Kartini, untuk mengenang jasa pahlawan wanita R.A. Kartini.

Reaktor Kartini yang jaraknya sekitar 30 Km dari puncak gunung Merapi telah beroperasi mengemban tugas selama 39 tahun dalam keadaan baik dan aman. Peringatan hari ulang tahun reaktor Kartini dirayakan dengan mendengarkan paparan dari para pemegang ijin operasi reaktor nuklir seperti reaktor Bandung, Jogja, dan Serpong. Disela acara HUT juga dilakukan acara Pemusnahan Arsip.

Dalam sambutannya Kepala Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), Dr. Susilo Widodo menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun reaktor Kartini ke 39 terbilang istimewa, karena ini adalah saat-saat terakhir memimpin PSTA. Acara ini juga dibarengi dengan kegiatan pemusnahan arsip. Kegiatan pengelolaan arsip adalah pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran, selain itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama untuk bisa memilah dan meilih arsip-arsip yang sudah tertimbun dipenyimpanan selama lebih dari 30 tahun.

Terkait program Internet Reactor Laboratory untuk kalangan generasi muda, Susilo berharap agar bidang reaktor terus berkomitmen untuk tetap melakukan peningkatan performa reaktor Kartini.

Selanjutnya dikatakan Susilo bahwa masalah penuaan reaktor harus mendapat perhatian serius. Dibangun atas jerih payah engineer-engineer bangsa Indonesia sendiri. “Masalah penuaan ini bukan hanya dialami oleh reaktor ataupun komponennya, tapi operatornya juga mengalami penuaan, sebentar lagi beberapa operator senior akan segera pensiun,” demikian kata Susilo.

Dalam hal utilisasi, meski reaktor ini kecil dalam waktu kedepan nanti akan dilakukan lounching penelitian kelas dunia yaitu SAMOP (Subcritical Assembly for Mo-99 Production) yaitu salah satu litbang yang masih sangat awal bahkan Jogja akan jadi pioner dunia dalam hal produksi isotop berbasis sub critical assembly untuk produksi Molibdenum. Litbang SAMOP ini merupakan program pengembangan produksi radioisotop Mo99 menggunakan fasilitas-fasilitas nuklir yang telah ada di PSTA

Demikian juga terkait kegiatan BNCT, kedepannya sudah bisa memanfaatkan reaktor Kartini secara langsung, karena kegiatan ini mendapat apresiasi dari IAEA. Semoga apa yang dilakukan dapat berguna bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Kepala Bidang Reaktor, Taxwim, ST dalam presentasinya Taxwim memaparkan tentang Internet Reactor Laboratory (IRL) yang sampai saat ini masih terus ditingkatkan untuk dapat secepatnya dioperasikan. Diakui oleh Taxwin bahwa saat ini para peneliti yang dipimpinnya lebih terfokus pada pekerjaan utilisasi reaktor. Diharapkan ke depan ada peneliti yang juga mengurusi penelitian untuk pengembangan reaktor termasuk keselamatannya.

Peringatan hut reaktor Kartini dilakukan di auditorium Baiquni, PSTA, Jalan Babarsari, Yogyakarta (01/03/2018). Dihadiri sekitar 60 peserta dari lingkungan kawasan nuklir Yogyakarta, dan mengundang para pemegang ijin operasi reaktor dari Serpong dan Bandung. 


# Gan | Batan/biw
PT. Benang Merah Persada Mengucapkan: Selamat datang di www.mediabenangmerah.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Syafrizal Gan