Inilah Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Bengkulu Atas Tiga Raperda - Media Benang Merah

Breaking

Tuesday, May 15, 2018

Inilah Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Bengkulu Atas Tiga Raperda


BENGKULU.BM-  Setelah menerima dan membahas usulan Gubernur Bengkulu terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yaitu, Raperda Penyelengaraan Lalulintas Jalan dan Angkutan Jalan, Pengelolaan Barang dan Jasa serta Raperda Pengelolaan Air Tanah, Fraksi- Fraksi DPRD Provinsi menyampaikan Pandangan Umum-nya, di ruang Rapat Paripurna, Selasa (15/5/2018).

Dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi- Fraksi pada Rapat Paripurna ke-II masa persidangan ke –II tahun sidang 2018 ini, diketahui bahwa seluruh Fraksi DPRD Provinsi Bengkulu yang terdiri dari delapan Fraksi, menyetujui ketiga Raperda tersebut untuk dinaikan pembahasannya ke tingkat selanjutnya.

Seluruh Fraksi setuju dengan pendapat Gubernur Bengkulu untuk menetapkan ketiga  Raperda itu menjadi Peraturan Daerah (Perda), mengingat pentingnya Perda tersebut guna kepentingan dan kesejahteraan Masyarakat.

“Perda tersebut sangat penting artinya guna ketertiban dan keselamatan maupun kesejahteraan masyarakat. Menyetujui usulan ketiga Raperda tersebut dibahas ketingkat selanjutnya sesuai mekanisme peraturan yang ada, “ sampai Elmi Supiati, membacakan Pandangan Umum dari fraksi Demokrat.

“Berdasarkan tela’ah dan analisa yang telah dilakukan oleh Fraksi Partai Demokrat. Maka kami menyetujui Raperda tersebut untuk dibahas ketingkat selanjutnya,” tegas Tantawi Dali, membacakan Pandangan Umum Fraksinya.

Dengan diterima dan disetujuinya usulan Gubernur Bengkulu atas ketiga Raperda tersebut oleh seluruh Fraksi, maka sesuai dengan peraturan tata tertib DPRD Provinsi Bengkulu, pembahasan selanjutnya yaitu Jawaban Gubernur Bengkulu atas Pandangan Umum fraksi-Fraksi, yang akan disampaikan pada Rapat Paripurna yang ke- 4 nanti.

Kepahiang Kembangkan Puluhan Desa Wisata
Sejumlah Desa di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu berpotensi menjadi desa wisata. Hal ini diungkapkan Bupati Kepahiang, Hidayatullah Sjahid usai membuka kegiatan optimalisasi desa wisata di Desa Sidorejo Kecamatan Kabawaetan Kabupaten Kepahiang, Senin 14/05.

Menurutnya, setidaknya ada sekitar 30 desa dari  seluruh desa yang berpotensi. Hanya saja tingkatakannya berbeda-beda. Ada desa yang benar-benar telah siap, ada juga yang hanya memiliki potensi awal saja.

Membentuk Desa Wisata merupakan salah satu bentuk dukungan menuju Bengkulu Wonderfull 2020.

“30 sampai 40 desa di Kepahiang ini saya rasa siap jadi desa wisata. Namun, ada yang  baru embrionya saja. Ada juga yang sudah berkembang,” ungkap Hidayat.

Urusan objek wisata alam, Kepahiang memang tak diragukan lagi. Banyak sumber daya yang dapat dikembangkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Di sana ada Perkebunan Kabawetan yang bisa disebut sebagai objek wisata andalan. Kemudian sejumlah air terjun yang tersebar di berbagai titik. Salah satunya Air Terjun Sengkuang.

Selain objek wisata yang sudah terkenal, di Kabupaten yang berbatasan dengan Rejang Lebong dan Bengkulu Tengah itu juga memiliki potensi wisata yang belum terjamah. Seperti pemandian air panas di kaki Bukit Hitam.

“Tak hanya sumber daya alam yang indah namun juga olahan kuliner yang dibuat oleh masyarkat setempat. Ada pengolah susu, kopi luwak dan beberapa makanan ringan,” ungkap Hidayat.

Kementerian Pariwasata juga ikut mendorong desa-desa di Kepahiang menjadi desa wisata. Ketua tim percepatan pengembangan pariwisata perdesaan dan perkotaan, Dr. Vitria Ariani mengaku senang dengan komitmen dari Bupati Kepahiang tersebut.

Ia meminta semua pihak dapat mendukung terwujudnya desa wisata tersebut.

“Kita bisa memulai dengan kesadaran masyarakatnya seperti tidak membuang sampah sembarangan. Ramah dengan wisatawan, murah senyum. Kalau wisatawan datang jangan dicuekin. Nanti kabar semua tidak mau datang lagi,” ungak Ria sapaan akrabnya.

Menurutnya, apabila semua masyarakat, komunitas – komunitas, industri dan media mendukung pemerintah maka tidak perlu waktu lama untuk mewujudkan desa wisata.“Saya rasa tidak sampai satu tahun, empat bulan kita bisa go,” katanya.

Genpi Diminta Membantu

Mengembangkan potensi wisata memang tak bisa lepas dari semua pihak, termasuk komunitas komunitas wisata. Generasi Pesona Indonesia (Genpi) yang merupakan salah satu komunitas yang bermitra dengan Kementerian Pariwisata diminta untuk ikut andil.

Para relawan wisata ini diminta untuk menviralkan tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Kepahiang.“Minta bantu sama teman-teman Genpi itu untuk memboomingkan objek-objek wisata di sini,” ungkap Ria.

Saat ini Genpi baru ada di tingkat provinsi dan baru beberapa orang saja yang bergabung. Oleh karena itu, Ketua Umum GenPi provinsi Bengkulu, Abdul Khafi Syatra mendorong pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Pariwisata membentuk komunitas GenPi tingkat Kabupaten, sehingga tugas pemerintah bisa terbantu dalam promosi wisata.

“Tadi sudah kita komunikasikan dengan Pak Bupati untuk membentuk GenPi di Kabupaten Kepahiang. Saat ini sudah ada beberapa komunitas yang siap,” katanya.

Perda Air Tanah, Antisipasi Keberlanjutan Air Bersih

Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu membahas tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Air Tanah. Pemanfaatan air tanah kurang diawasi, padahal air tanah berperan penting dalam ekosistem dan keberlanjutan air bersih.

Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Yuliswani mengatakan Peraturan Daerah tentang Air Tanah perlu dibuat agar kedepan tidak terjadi  krisis air pada daerah tertentu.

"Air Tanah perlu dikelola dengan baik, agar tidak terjadi krisis," ujar Yuliswani dalam membuka Konsultasi Publik tentang Rancangan Perda Pengelolaan Air Tanah di ruang rapat rafflesia, Selasa(15/5)

Menurutnya, Sebelumnya ada Perda Nomor 13 tahun 2013 tentang Air Tanah, namun  dicoret Kemendagri sehingga tidak berlaku lagi. "Sekarang kita rancang kembali secara matang agar segera disahkan," tegas Yulis

Sementara itu, Fungsional Penyelidik Bumi Pusat Air Tanah Badan Geologi Manaris Pasaribu menyampaikan seiring pertumbuhan penduduk air tanah pun menyurut. Oleh sebab itu, perlu dipikirkan bagaimana supaya air tanah tidak habis.

"Pertambahan penduduk mempengaruhi intensitas air tanah, sehingga perlu aturan agar dapat membatasi penggunaan air tanah," papar Manaris. 


# Gan | HumasPemprovBengkulu
PT. Benang Merah Persada Mengucapkan: Selamat datang di www.mediabenangmerah.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Syafrizal Gan