Pemprov Kalteng Dukung Penghapusan Merkuri Dalam Penambangan Skala Kecil - Media Benang Merah

Breaking

Saturday, May 12, 2018

Pemprov Kalteng Dukung Penghapusan Merkuri Dalam Penambangan Skala Kecil


Palangka Raya(KALTENG).BM- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Artisanal Gold Council (AGC) yang berbasis di Kanada mengadakan Lokakarya Pembangunan Berkelanjutan Penambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Palangka Raya, Rabu (09/05). Lokakarya Pembangunan Berkelanjutan Penambangan Emas Skala Kecil itu sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden tentang penghentian penggunaan merkuri dalam pertambangan emas skala kecil dan kesepakatan internasional di Jenewa untuk meratifikasi Konvensi Minamata.

Sebagai tindaklanjut kesepakatan internasional di Jenewa tersebut, pemerintah Indonesia telah membuat Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention On Mercury atau Konvensi Minamata Mengenai Merkuri.

Penjabat Sekda Kalteng Fahrizal Fitri ketika membuka Lokakarya tersebut menegaskan Lokakarya ini untuk mendukung program pemerintah pusat tentang penghentian dan pelarangan penggunaan merkuri dan berguna bagi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan penambangan emas skala kecil di Provinsi Kalimantan Tengah.  Proyek ini bertujuan untuk menciptkan model terukur sektor penambangan emas skala kecil yang secara ekonomi stabil dan bertanggungjawab secara sosial di Indonesia dengan praktek ramah lingkungan, setara dan berkelanjutan. Proyek yang lamanya 5 tahun ini (15 Agustus 2015 hingga 30 Desember 2020) akan disampaikan melalui kemitraan antara Artisanal Gold Council (AGC) yang berbasis di Kanada dengan dukungan dan partisipasi dari Pemerintah Kanada dan Indonesia sehingga Indonesia tahun 2020 diharapkan akan bebas dari merkuri.

“Pemerintah Kalimantan Tengah berkepentingan dalam ikut mendukung penghapusan penggunaan merkuri menuju pengelolaan penambangan emas yang lebih ramah lingkungan, salah satunya dengan memutuskan mata rantai merkuri yang sangat komplek sehingga membutuhkan kerjasama dan dukungan semua pihak”, tegas Fahrizal Fitri.

Penambang emas biasanya berasal dari komunitas petani, nelayan dan pendatang yang bekerja menjadi Penambang Emas Skala Kecil untuk memberikan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan status sosial mereka. Namun secara umum masalah yang dihadapi penambang emas skala kecil ini antara lain zat kimia beracun yang berbahaya seperti merkuri, kurangnya mekanisme kebijakan pemerintah lokal yang mendukung para penambang dalam hal ini adalah media informasi dan teknologi dan penambang emas skala kecil sebagai sumber pendapatan masyarakat tetapi juga sumber kerusakan lingkungan sebagai akibat kurangnya edukasi kepada panambang.

Pemerintah Kalimantan Tengah sangat mengapresiasi program ini dan diharapkan nantinya bisa meningkatkan kualitas pekerja Penambang Emas Skala Kecil yang berkelanjutan secara ekonomi dan ramah lingkungan.
Artisanal Gold Council (AGC) merupakan organisasi non-profit berbasis di Kanada yang fokus pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan bagi komunitas yang terlibat di sektor pertambangan emas skala kecil di negara berkembang. AGC bekerja secara langsung dengan komunitas PESK dan para ahli lokal dan mencari solusi praktis bagi permasalahan terkait PESK di negara berkembang. Salah satu visinya adalah mengurangi emisi merkuri global secara signifikan dan Program Emas Rakyat Sejahtera (PERS) merupakan program peningkatan pembangunan sektor PESK dengan tujuan meningkatkan kualitas mata pencaharian, lingkungan dan kesehatan bagi komunitas PESK di Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung keberlangsungan sektor PESK. Program ini didanai oleh Global Affairs Canada (GAC) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan diimplementasikan oleh Artisanal Gold Council (AGC). Salah satu prioritas PERS adalah mengedukasi komunitas PESK untuk berhenti menggunakan merkuri.  

Asisten project manager AGC Indonesia Supriyanto menjelaskan pertemuan dan Lokakarya di Palangka Raya ini merupakan kelanjutan dari pertemuan tahun sebelumnya yang bertujuan antara lain untuk menyampaikan kembali program pertambangan emas skala kecil pada stakeholder di tingkat Provinsi dan Kabupaten, melihat potensi, peran dan hubungan di antara lembaga pemerintah di Provinsi Kalimantan Tengah, mengidentifikasi dukungan, berbagi informasi dan mekanisme komunikasi sebagai forum antara Pemerintah dan stakeholder lainnya.

Lokakarya ini diikuti dari  perwakilan SOPD Provinsi Kalimantan Tengah, SOPD Kabupaten Kotawaringin Timur dan Murung Raya, Camat Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur, Camat Kecamatan Tanah Siang, Camat Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya. Perwakilan AGC antara lain Richard Gutierrez  dari Project Manager dan Ekspertis Minamata untuk Indonesia, Hoetomo dari Country Representative Indonesia dan Supriyanto dari Project Manager Indonesia. 



# Gan | Humas Pemprov Kalteng
PT. Benang Merah Persada Mengucapkan: Selamat datang di www.mediabenangmerah.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Syafrizal Gan