Neraca Perdagangan RI-Pakistan Surplus US$ 2.15 Milyar - Media Benang Merah

Breaking

Rabu, 03 Oktober 2018

Neraca Perdagangan RI-Pakistan Surplus US$ 2.15 Milyar


​​​​Sargodha(PAKISTAN).BM- KBRI mengadakan pertemuan dengan President Sargodha Chamber of Commerce and Industry (SCCI) di Sargodha, 200 km dari Islamabad. Sargodha merupakan salah satu produsen terbesar jeruk Kinnow dengan nilai ekspor USD 250 juta, 70% dari total ekspor jeruk nasional.

Eksportir Jeruk Kinnow asal Sargodha, Mr. Shahid Sultan melihat potensi hubungan dengan Indonesia masih terbuka lebar dan dapat meluas ke dalam berbagai bentuk kegiatan ekonomi, perdagangan dan investasi. “Saya awalnya melihat Indonesia sebagai pasar untuk jeruk Kinnow saja, namun selanjutnya saya tertarik menanamkan investasi membangun pabrik sabun di Jababeka," tutur Shahid Sultan dalam setiap kesempatan pertemuan dengan KBRI Islamabad.

“Nilai investasi saya saat ini baru mencapai sekitar USD 20 juta dan Insya Allah akan bertambah," sambung Sultan. Pabrik tersebut akan memproduksi 50 ribu ton sabun per tahun yang akan dikemas dengan merk dagang khusus untuk dipasarkan di seluruh Indonesia dan diekspor ke negara- negara Afrika hingga 59 negara di dunia.

Implementasi Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia-Pakistan pada tahun 2013 telah membuka jalan untuk memasukan jeruk Kinnow ke Indonesia dengan tingkat tarif 0% dan memasukan kelapa sawit Indonesia ke Pakistan dengan bea tariff yang sama dengan CPO asal Malaysia yang telah lebih dahulu memiliki FTA dengan Pakistan.

Neraca perdagangan tahun 2017, menempatkan surplus Indonesia sebesar USD 2,15 miliar dari total nilai perdagangan bilateral sebesar USD 2,64 miliar. Namun faktanya kondisi tersebut tidak menyurutkan keinginan Pakistan berdagang dengan Indonesia. “Impor kelapa sawit berdampak ekonomi yang besar melalui penciptaan berbagai industri pengolahan dan lapangan kerja," ujar salah seorang pengusaha di Sargodha. Kebutuhan rakyat terhadap vegetable oil juga dapat terpenuhi dengan mudah, murah dan melimpah dimana 80% sumber impornya dari Indonesia.

Lebih lanjut SCCI juga berterima kasih kepada Indonesia sebagai importir Kinnow terbesar kedua setelah Rusia dengan nilai impor untuk tahun 2017 sekitar USD 25 juta (Rusia USD 43 juta). Selain itu, upaya Pemerintah RI memberikan tambahan tingkat tariff nol percent bagi 20 item produk Pakistan ke pasar Indonesia juga mendapatkan apresiasi berbagai kalangan Pakistan. “Dalam konteks upaya membangun keberlangsungan perdagangan bilateral, setiap partner sudah seharusnya mengapresiasi dan memperhatikan kebutuhan masing-masing," ucap Dubes Iwan Amri pada suatu kesempatan yang berbeda mengomentari semua itikad bagi perluasan kerja sama ekonomi dimaksud.

Kunjungan ke Sargodha kali ini dilakukan KBRI Islamabad selain untuk mengingatkan para pelaku usaha hadir dalam Trade Expo Indonesia (TEI) pada tanggal 24-28 Oktober 2018 di ICE BSD Banten, juga untuk saling tukar pandangan dan mencari langkah bersama dalam upaya peningkatan kerja sama di sektor ekonomi dan perdagangan antara dua negara bersahabat. Ajang TEI 2018 akan memperkaya pengetahuan dan pemahaman mengenai kapasitas ekonomi Indonesia sekaligus menuai potensi kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua pihak.​


# Gan | Kemlu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PT. Benang Merah Persada Mengucapkan: Selamat datang di www.mediabenangmerah.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Syafrizal Gan