Sifilis; Penyakit Menular Seksual Vaginal, Rektum, Anal, Maupun Oral

Mediabenangmerah.com
Peringatan: artikel ini berisi foto telanjang namun dengan pose untuk kepentingan ilmu kesehatan.
 
Wanita yang memiliki sifilis sangatlah berbahaya, apalagi jiga wanita tersebut hamil. Lebih berbahaya lagi, karena selain ibunya yang terkena sifilis, anak yang dikandungpun terkena sifilis.

Sifilis Pada Wanita dapat terjadi karena tertular dari pasangan seksualnya. Penyakit menular seksual sifilis ini disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Jika tidak ditangani sejak dini penyakit sifilis bisa bertambah parah dan lebih sulit untuk disembuhkan.

Banyak dari para penderita sifilis terutama sifilis pada wanita, tidak menyadari jika mereka terkena sifilis dan karena itu mereka tidak mendapat pengobatan yang baik. Infeksi terutama didapat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka sifilis yang sedang aktif.

Sifilis pada wanita dapat memperbesar potensi untuk tertular penyakit HIV AIDS. Luka yang terbuka akibat penyakit menular seksual sifilis membuat penyebaran virus HIV AIDS sangat cepat melalui kontak seksual. Sifilis pada wanita hamil juga dapat menyebabkan anak yang dikandungnya cacat.

Penyakit Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal, maupun oral. Sifilis tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan toilet, knop pintu, kolam renang, dan tukar-menukar pakaian.

Gejala Penyakit Sifilis Pada Wanita


    *Keluarnya cairan Yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama (Keputihan Yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan).

    *Rasa nyeri/sakit pada saat kencing atau saat berhubungan seksual.

    *Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya.

    *Lecet, luka kecil (kadang ada yang tidak terasa sakit) Yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.

    *Timbul kelainan kulit di kelamin atau di sekitarnya berupa kutil, atau menyerupai bunga kol.
    Perubahan warna kulit dan mata.

    *Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan.

    *Dapat timbul komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita sukar jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.


Lebih banyak sifilis pada wanita dibanding pria. Sebab alat kelamin wanita lebih lembab dan lebih mudah terserang penyakit menular seksual. Karena itu pencegahan terhadap segala penyakit menular seksual merupakan hal yang sangat penting.


# Gan